Aliran Seni Lukis Indonesia

Reporter: Shonia Erfina

Kesenian layaknya manusia, berbeda antara satu dan lainnya, dan masing-masing memiliki karakter tersendiri. Seni, memiliki beragam hal untuk dijadikan inspirasi berkarya. Terlebih lagi dalam melukis, begitu banyaknya faktor yang dapat melatarbelakangi pembuatan lukisan.

Seni lukis dapat didefinisikan sebagai ekspresi manusia akan keindahan yang dituangkan dengan sarana tertentu pada kanvas atau kain lainnya. Sarana tersebut bisa bermacam-macam, seperti cat air, cat minyak, bulu, pasir, dan pastel. Meskipun sarana dan kain yang digunakan beragam, tetapi aliran seni lukis pada dasarnya ada lima:

1. Naif Primitifisme, merupakan aliran seni lukis yang memiliki sifat naif atau kekanak-kanakan dan masih primitif atau sederhana, bahkan sangat sederhana. Lukisan demikian dapat ditemukan di sejumlah gua-gua kuno bekas tempat tinggal manusia zaman mesolitikum, seperti gua di Leang-leang, Sulawesi Selatan. Biasanya yang digambar adalah binatang dan manusia.

2. Naturalisme, adalah aliran yang mengutamakan keindahan sesuai dengan apa yang terdapat di alam. Aliran ini dapat dikatakan sebagai perkembangan dari aliran naif primitifisme. Di Indonesia, aliran ini dipelopori oleh R. Saleh Syarif Boestaman yang memeroleh pendidikan di Eropa. Ia menghasilkan karya-karya seperti Berburu Singa, Hutan Terbakar, Badai, Potret Sultan-Sultan Yogya, dan Bupati Majalengka.

3. Ekpresionisme, merupakan aliran yang subjeknya mengutamakan perasaan atau pikiran sang pelukis, yang kemudian dituangkan dalam lukisan. Karenanya, yang dicari kaum ekspresionisme sebagai objeknya adalah sesuatu yang dapat berbicara, yang mampu menyalurkan perasaan atau jiwa sang pelukis. Pelukis seniman dalam tipologi manusia menurut Eduard Spranger, adalah orang yang tidak menginginkan kekayaan. Yaitu, kehidupan manusia yang berasal dari golongan rendah. Istilah ini sering disebut sebagai pelukis rakyat.

4. Kubisme, yaitu seni melukis yang dalam mewujudkan lukisannya didasari oleh pola kubus. Karenanya, wujud lukisannya makin abstrak, sehingga aliran kubisme juga dikenal sebagai abstrakisme. Secara kejiwaan, aliran ini ingin membebaskan diri dari ikatan yang ada pada aliran sebelumnya dengan menciptakan karya baru. Namun, bagi masyarakat awam, tak jarang lukisan ini tidak dapat dimengerti.

5. Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia, dimulai pada tahun 1974 yang mencirikan kebebasan. Seni aliran ini mencoba untuk membuang elemen “spesialis dan bahasa elitis“, yaitu karya yang hanya bisa dipahami si pelukis. Gerakan ini memprioritaskan eksplorasi dari negeri Indonesia dan menentang telak kiblat seni barat.

Mesikipun aliran seni lukis hanya tercatat lima aliran, namun seiring perkembangan manusia, seni pun kian berkembang dan tak terbatas. Hanya saja pengklasifikasian aliran seni masih bertahan pada kelima istilah tersebut.

Editor : Diane Pitaloka

About these ads

One response to “Aliran Seni Lukis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: