Madu, Racun, dan Negeriku dalam Seni Vektor

Reporter: Shonia Erfina

Tinggal di negeri sendiri terkadang dilematis. Kadang jiwa patriot bisa muncul sangat kuat dengan semangat 45′. Kadang justru sebaliknya, rasa benci dengan ribuan makian hendak terlontar mudah ketika mengalami ragam persoalan tak kunjung usai.

 Sebagian seniman menyuarakannya dalam bentuk yang berbeda dan urban. Diantaranya adalah Pale Horse, Theyhatemydesign, dan Yellow Dino, yang mencoba menyuarakan ‘kegeraman’nya dengan lewat pameran seni vektor bertajuk “Madu, Racun, dan Negeriku” yang dikuratori oleh Godot Guntoro.

Seni Vektor sendiri merupakan produk budaya urban yang global, yang belakangan ini perkembangannya cukup pesat di Indonesia.  Aplikasi seni vektor mencakupi beberapa medium seperti buku, poster, mural, kaos, aksesoris, media interaktif, dan beberapa lainnya. Hal ini pula yang mendukung meningkatnya popularitas seni vektor.

Pameran ini berlangsung pada 28 Mei-19 Juni 2011 di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta. Waktu operasional pameran ini pukul 11.00-15.00. Pada pembukaan pameran berlangsung diskusi dengan peserta pameran di Serambi Salihara.

 

Editor : Diane Pitaloka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: