Film Dokumenter: “Dua Tiang Tujuh Layar”

Reporter : Diane Pitaloka

Untuk berbicara mengenai seni memang tidak ada habis-habisnya. Dalam membahas seni tari dan seni suara memang tidak asing bagi kita. Lalu, bagaimana dengan film pendek dokumenter? Dua Tiang Tujuh Layar hadir untuk mengupas salah satu warisan budaya Indonesia, Kapal Phinisi.

Indonesia memiliki banyak keunikan kebudayaan yang patut diacungin jempol. Salah satunya adalah Kapal Phinisi. Pada awalnya, hanya kapal ini yang memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar. Inilah sebuah kebudayaan yang masih dilestarikan Indonesia. Film pendek yang berjudul ‘Dua Tiang Tujuh Layar’ ini menceritakan kehidupan pembuat Kapal Phinisi di Desa Tana Beru, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Melalui film pendek dokumenter, kita dapat mengetahui sedikit mengenai kebudayaan Indonesia yang ada di Sulawesi Selatan.

Film pendek yang berdurasi delapan menit dua belas detik ini, dibuat oleh The Trees dan The Wild, band asal Bekas, yang terdiri dari Remedy Waloni (vokal, gitar), Andra B. Kurniawan (gitar), dan Iga Massardi (bass). Dalam pembuatannya, mereka dibantu oleh videografer dan fotografer, Dimas Wisnuwardono serta Tim Produksi Swargaloka Kreatif House.

Lagu “Malino” dalam album “Rasuk” garapan mereka menjadi pengiring film pendek dokumenter tersebut sebagai soundtrack.

editor : Bernardo Octo E. B.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: