Jenis Dasar Seni Murni

Reporter: Shonia Erfina

C. Kluckhohn pernah berpendapat bahwa salah satu dari tujuh wujud budaya universal adalah kesenian. Ia juga merupakan bagian kecil tetapi signifikan dari budaya. Namun, seni tidak cuma satu. Ia bermacam-macam.

Pada umumnya, kesenian dapat dinikmati manusia melalui dua macam alat inderanya, mata dan telinga, maupun keduanya secara bersamaan. Keindahan dalam hubungannya dengan kedua macam indera itu dibedakan atas dasar tiga macam, antara lain seni rupa, seni suara, dan seni pertunjukkan.

Seni rupa, merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indera mata sehingga sifatnya visual. Wujudnya antara lain adalah seni bangunan, seni relief, ukiran, lukisan, riasan, dan lainnya. Seni rupa ini mengoptimalkan jiwa seni sang seniman dalam memainkan keterbatasan visual si penikmat seni atau penonton.

Permainan warna menjadi sangat penting, bagaimana si seniman menempatkan warna tertentu sebagai point of interest dan sebagai warna pendukung. Tekstur juga permainan seni yang indah, dimana pemakaian material yang unik dan berbeda bisa mengelabui mata si penonton. Misalnya saja, gambar kucing yang terbuat dari kumpulan helaian bulu angsa. Ini tampak riil dan unik, tentu saja bernilai seni tinggi.

Seni suara, merupakan kesenian yang dapat dinikmati melalui indera telinga, karenanya sifatnya audio. Kesenian ini sangat menarik karena penonton memiliki imajinasi tersendiri dalam memaknai setiap suara yang didengarnya. Tarikan napas oleh orang yang sama belum tentu memiliki makna serupa oleh orang lain. Desahan dan teriakan akan dimaknai secara eksklusif bagi pendengarnya, sesuai selera seni si pendengar. Seni vokal misalnya, dalam wujud lagu-lagu yang dibawakan penyanyi, akan berdampak lebih menarik bila disandingkan dengan perpaduan alat musik atau instrumen.

Seni pertunjukkan, adalah seni yang dapat dinikmati dengan kedua indera mata dan telinga secara sekaligus, karenanya seni ini adalah seni yang lengkap. Sifat seni ini adalah audiovisual. Seni pertunjukkan pada umumnya lebih disenangi, karena apa yang dinikmati adalah gabungan seni yang kompleks, mendorong terlibatnya emosi si penonton.

Editor : Diane Pitaloka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: