Rumata Artspace: Mimpi Riri Riza

Reporter : Diane Pitaloka

Dari sebuah keterasingan di masa kecil yang diselimuti dengan impian untuk membangun tempat masa kecil itu bernaung, lahirlah suatu pemikiran mendirikan tempat komunitas seni.

Riri Riza, sutradara film yang dikenal di Indonesia, memiliki mimpi besar dengan hal yang berbau budaya. Hal ini terlihat dari keinginannya untuk membangun “Rumata Artspace”. Sebuah pertemuan dengan Llily Yulianti Farid, cerpenis asal Makassar, mendekatkan mimpi Riri pada pembangunan Rumata.

Dalam bahasa Makassar, Rumata berarti “rumah kita”, adalah sebuah tempat untuk berbagai inisiatif komunitas seni di Makassar. Tempat ini bernaung di rumah masa kecil laki-laki berumur 40 tahunan, di daerah Gunung Sari, Makassar. Di atas tanah seluas 900 m2 ini, berdirilah bangunan semacam teater dengan kapasitas dua ratus penonton, galeri, dan kantor utama Rumata.

Riri mempunyai harapan besar dengan pembangunan “Rumata Artspace” ini. Pertama-tama, ini memang murni sebuah mimpinya untuk mengembangkan tempat para seniman lokal. Tetapi, pada akhirnya mimpi ini menjadi sebuah harapan besar. Dia berharap masyarakat Makassar akan berminat dengan hal-hal yang bersifat seni dan mendorong penciptaan pasar bagi kegiatan seni yang lebih luas.

Dengan menciptakan iklim berkesenian yang sehat, dinamis, hangat, akrab, egaliter, dan terbuka, Rumata diharapkan dapat menjelma sebagai pusat seni dan budaya melalui kegiatan profesional yang berkesinambungan.

editor : Bernardo Octo E. B.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: