Editing dan Kesempurnaan Sebuah Foto

Reporter: Tobias Nanto

Apakah sebuah foto boleh diedit? Ataukah kita menyajikan foto dengan apa adanya? Nah, jawabannya akan kita kupas di sini. Check it out!

Sesuai dengan judul kali ini, kulturartonline akan membahas tentang sampai mana batas sebuah hasil jepretan dapat diedeit (dimanipulasi atau dikoreksi). Kembali lagi yang pertama adalah soal selera, selera seorang fotografer dengan apa yang ia hasilkan. Selain soal selera, bidang foto juga berpengaruh terhadap boleh atau tidaknya editing pada sebuah foto.

Dalam jurnalistik sangat tidak diperbolehkan sebuah foto jurnalistik diedit, koreksi diperbolehkan hanya sebatas kamar gelap yaitu mengatur tingkat kecerahan dan kekontrasan foto. Namun apa jadinya jika kita berkerja di bidang profesional fotografi untuk advertising atau wedding photography? Editing sangat diperlukan untuk menyempurnakan gambar.

Janganlah menjadi naif ketika suatu foto telah diolah, ia masih sama-sama sebagai karya seni, mengolah foto adalah juga seni yang memerlukan keahlian khusus. Tergantung dengan untuk keperluan apa foto yang kita hasilkan.

Mau tidak mau, jaman telah berubah dan kita masuk ke era yang disebut digital, jadi tidak ada salahnya jika anda mulai belajar seni mengolah foto agar foto anda dapat makin sempurna untuk dinikmati.

Editor: AudithyaDjagia

About tobiasfotografia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: